Rabies

Posted in Ancaman jasmani on Agustus 25, 2010 by wongapikan

 

1.       Apakah rabies itu ?

Rabies atau penyakit anjing gila adalah suatu penyakit fatal yang menyerang sistem syaraf dari semua jenis hewan berdarah panas dan manusia. Rabies bersifat zoonosa artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan melalui air liur hewan pemakan daging (karnivora).

2.       Apakah rabies bisa diobati?

Hewan maupun manusia yang terserang penyakit ini, pada umumnya selalu diakhiri dengan kematian.

3.       Binatang apa sajakah yang yang dapat menyebarkan rabies?

Di Indonesia hingga sekarang hanya anjing, kucing dan kera yang dikenal sebagai penyebar utama penyakit ini.  Di luar negeri, serigala, rubah, koyote, jakal, skunk, mongoose, kelelawar pemakan serangga dan buah-buahan memegang peranan penting sebagai penyebar rabies.

4.       Bagaimanakah cara penularan rabies?

Virus rabies selain terdapat pada susunan syaraf pusat (otak) juga terdapat pada air liur hewan penderita rabies, sehingga penularan rabies pada manusia atau hewan lain terjadi melalui gigitan hewan penderita rabies atau luka yang terkena air liur manusia atau hewan penderita rabies.

5.       Berapa lamakah masa tunas rabies?

Masa tunas adalah masa suatu bibit penyakit itu masuk ke dalam tubuh penderita sampai bibit penyakit itu menimbulkan gejala penyakit.

Masa tunas rabies pada hewan timbul sekitar 3-6 minggu setelah mendapat gigitan dari hewan yang menderita rabies, sedangkan pada manusia masa tunas umumnya 2-8 minggu.  Namun hal ini sangat bervariasi.  Pada beberapa kasus masa tunas bisa mencapai beberapa bulan bahkan lebih.

Masa tunas tersebut dapat lebih singkat atau lebih lama. Ini tergantung dari :

–          Parah tidaknya luka gigitan

–          Jauh tidaknya luka gigitan dengan susunan syaraf pusat (otak)

–          Banyaknya syaraf pada luka gigitan

–          Jumlah virus yang masuk melalui luka gigitan

–          Jumlah luka gigitan.

 

6.       Bagaimanakah gejala penyakit rabies pada hewan?

a.  Rabies yang ganas

–          Permulaan tampak  perubahan tabiat misalnya yang biasanya jinak dan ramah  berubah menjadi penakut  

–          Senang bersembunyi ditempat yang gelap dan dingin

–          Tidak lagi menuruti perintah majikannya

–          Nafsu makan hilang

–          Suara menjadi parau

–          Memakan benda-benda asing misalnya batu, paku, kayu dan sebagainya.

–          Ekornya berada diantara dua paha

–          Mulut membuka, lidah dijulurkan dan keluar air liur berlebihan.

–          Menyerang    dan  menggigit   apa saja yang dijumpai      

–          Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan

–          Biasanya mati dalam 4-7 hari setelah gejala pertama timbul

–          Pada kucing gejala dan tandanya sama tetapi kucing tidak berkeliaran sejauh seperti anjing.

b.  Rabies yang tenang.

Pada rabies bentuk ini, hewan menyendiri di tempat-tempat yang sejuk (di bawah kolong) kejang kejang berlangsung sangat singkat atau tidak sampai terlihat sama sekali. Kelumpuhan sangat menonjol pada rabies bentuk ini, sehingga biasanya kucing tidak dapat menelan , mulutnya terbuka, air liur keluar terus-menerus. Biasanya kematian terjadi dalam waktu singkat.

7.       Bagaimanakah tanda-tanda penyakit rabies pada manusia?

–    Untuk mengetahui tanda rabies pada manusia, yang pertama harus diperhatikan adalah riwayat gigitan oleh hewan seperti anjing atau atau hewan penular rabies (HPR) lain.

–    Pada manusia stadium permulaan sulit diketahui, biasanya didahului sakit kepala,  lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup dan nyeri pada luka bekas gigitan .

–    Pada  stadium lebih lanjut.

  1. Air liur dan air mata keluar secara berlebihan.
  2. Kepekaan terhadap sinar dan suara angin semakin meninggi.
  3. Ciri khas dari penderita rabies adalah rasa takut pada air yang berlebihan
  4. Kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan
  5. Pada umumnya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala-gejala / tanda-tanda pertama  timbul

 

8.       Bagaimana menangani kasus gigitan?

Bila seorang digigit hewan tersangka rabies atau menderita rabies tindakan pertama adalah  :

  • Mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau detergen selama 5 – 10 menit kemudian luka dicuci / dibilas dengan air bersih yang mengalir ( air kran /pompa ) diberi alkohol 70 % atau yodium tincture.
  • Segera dibawa ke Puskesmas / Rumah sakit terdekat atau ke dokter untuk mendapat pengobatan. Selanjutnya perlu atau tidaknya untuk mendapatkan suntikan vaksin anti rabies tergantung dari hasil pemeriksaan  dokter.

Untuk hewan yang menggigit harus segera ditangkap hidup-hidup bila mungkin, kemudian dilaporkan ke Dinas Peternakan/Kesehatan Hewan (Instansi yang menangani) setempat untuk observasi selama 14 hari

  1. Anjing penderita akan mati paling lama dalam 2 minggu (masa observasi).  Anjing yang mati karena rabies agar dikirim spesimen atau kepalanya ke laboratorium kesehatan hewan.
  2. Bila anjing tidak mati selama observasi, maka bukan rabies dan divaksin anti rabies kemudian dikembalikan kepada pemilik atau dibunuh bila tidak ada pemiliknya

 

9.       Bagaimana tindakan pencegahan dan pemberantasan rabies?

a.  Hindari kejadian penggigitan

  • Pintu pagar bertuliskan AWAS ANJING GALAK
  • Anjing dirantai + 2 meter jika rumah tidak berpagar (jangan diliarkan).
  • Anjing dibrongsong jika dibawa keluar rumah

b.  Vaksinasi rabies pada anjing, kucing dan kera peliharaan secara teratur setiap tahun.

c.  Jangan membawa anjing ke tempat daerah tertular rabies

d.  Memberantas, memusnahkan atau eliminasi anjing liar atau yang berkeliaran dengan menggunakan racun oleh petugas yang berwenang

e.  Dilakukan penangkapan anjing liar/berkeliaran di tempat umum selanjutnya dilakukan pembunuhan.

Al Ikhlas

Posted in Tombo ati on Agustus 24, 2010 by wongapikan

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Al Fatehah

Posted in Tombo ati with tags on Agustus 24, 2010 by wongapikan

Al Fatehah

A1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].
6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.
[6] Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.